Indonesia Kirim 8.000 Personel untuk Perdamaian di Gaza, Jadi Wakil Komandan ISF

Jumat, 20 Februari 2026 | 10:42:18 WIB
Indonesia Kirim 8.000 Personel untuk Perdamaian di Gaza, Jadi Wakil Komandan ISF

JAKARTA - Dalam sebuah pernyataan yang mengharukan pada KTT Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang diadakan di Donald J.

Trump US Institute of Peace di Washington DC, Komandan International Stabilization Force (ISF) Mayor Jenderal Jasper Jeffers III mengungkapkan bahwa Indonesia telah setuju untuk mengambil posisi Wakil Komandan ISF di Gaza. 

Hal ini menandai langkah penting bagi Indonesia dalam memperkuat perannya dalam misi perdamaian global. Pada pertemuan yang berlangsung pada Kamis, Jeffers menyatakan, "Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Indonesia telah menerima tawaran untuk posisi Wakil Komandan ISF."

Pengumuman ini tidak hanya memperlihatkan komitmen Indonesia terhadap stabilitas kawasan, tetapi juga menunjukkan bahwa negara ini akan berperan aktif dalam upaya mendukung perdamaian di Gaza. 

ISF sendiri merupakan pasukan yang dibentuk untuk memelihara ketertiban dan memberikan bantuan kemanusiaan di wilayah yang dilanda konflik tersebut.

Komitmen Indonesia dalam ISF dan Partisipasi Negara Lain

Indonesia merupakan salah satu dari lima negara yang telah menyatakan komitmennya untuk mengirimkan pasukan dalam misi ISF. Selain Indonesia, ada Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania yang juga berjanji untuk mengirimkan pasukannya ke Gaza.

 Komitmen ini memberikan sinyal kuat bahwa banyak negara mendukung misi ISF untuk membawa perdamaian dan stabilitas di kawasan yang bergolak tersebut. 

Jeffers menambahkan, "Ini adalah langkah positif yang akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan damai di Gaza," mengingat bahwa keamanan adalah fondasi utama bagi perdamaian yang berkelanjutan.

Dalam keterangan lebih lanjut, Jeffers juga menjelaskan bahwa dua negara lainnya, yakni Mesir dan Yordania, akan berperan dalam pelatihan personel polisi yang akan bekerja sama dengan pasukan ISF. 

Keberadaan tim-tim pakar militer AS yang telah disiapkan selama beberapa bulan terakhir untuk menyiapkan infrastruktur di Gaza juga merupakan bagian dari persiapan ini. Tim ini bertugas di pusat operasi gabungan yang nantinya akan menjadi markas utama bagi seluruh pasukan ISF yang dikerahkan ke Gaza.

Strategi Pengiriman Pasukan dan Proses Deployment

Mayor Jenderal Jeffers menyebutkan bahwa ISF akan dibagi ke dalam lima sektor di Gaza, masing-masing sektor akan ditempatkan satu brigade pasukan ISF. 

Rencana jangka pendek adalah untuk memulai pengiriman pasukan ke sektor Rafah terlebih dahulu, di samping memulai pelatihan polisi yang akan mendampingi pasukan ISF. 

Pada tahap selanjutnya, program jangka menengah akan terus memperluas pengiriman pasukan ke sektor-sektor lain, dengan tujuan untuk mencapai target jangka panjang ISF yang terdiri dari 12.000 polisi dan 20.000 tentara.

"Langkah pertama adalah mengerahkan pasukan ke sektor Rafah, dan seiring berjalannya waktu, kami akan memperluas jangkauan kami ke sektor lainnya. Tujuan kami adalah untuk menyediakan dukungan yang sangat dibutuhkan bagi keamanan Gaza, demi menciptakan masa depan yang lebih damai dan stabil," ujar Jeffers.

Kesiapan Indonesia Mengirimkan Pasukan Perdamaian

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, turut menegaskan kesiapan negara untuk berperan dalam misi perdamaian ISF. Ia menyatakan bahwa Indonesia tidak hanya siap untuk mengirimkan pasukan dalam jumlah yang signifikan, tetapi juga akan berkomitmen untuk mendukung perdamaian di Gaza. 

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyebutkan bahwa Indonesia siap mengirimkan hingga 8.000 personel atau lebih, tergantung pada kebutuhan pasukan yang diperlukan oleh ISF.

"Jika diperlukan, kami siap mengirimkan lebih dari 8.000 orang. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menciptakan perdamaian dunia. Kami siap mengirimkan pasukan untuk berpartisipasi aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional ini," kata Prabowo. 

Harapan besar Presiden Indonesia adalah bahwa kehadiran pasukan Indonesia di Gaza akan memberikan kontribusi positif bagi tercapainya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung misi ini, Indonesia mengajak negara-negara lain untuk bergabung dan berkomitmen terhadap perdamaian di Gaza. Harapan tersebut sejalan dengan pandangan bahwa stabilitas regional hanya dapat tercapai jika ada kerjasama internasional yang solid dalam memerangi kekerasan dan mendukung upaya perdamaian.

Terkini